Belum lama ini, anjingku melahirkan lagi. Sebetulnya anaknya delapan, tapi entah kenapa, yang dua sakit dan nggak mampu bertahan, sedangkan yang dua lagi ketindihan induknya jadi ikutan mati. Tinggal empat deh anaknya.
Ya ampuun, lucu-lucu banget deh mereka. How I love them!
Yang cewek satu namanya Haydee, gendut tapi lincah. Iseeeeeeng minta ampun. Kalo malem sodaranya dah pada tidur dan dia sendiri belum, dia bisa teriak-teriak nangis-nangis cari temen. Kalo nggak, dia akan gigitin kuping sodaranya sampe kesakitan. Ampun, deh!
Yang coklat namanya Hugo. Ganteng, imut, lucu, tapi rewel. Nama chinanya An Ceng, karena dia cengeng (singkatan dari anak cengeng). Selalu minta masuk ke dalem rumah. Dia akan teriak memohon kayak disiksa sampe diijinkan masuk ke rumah. Hebat juga dia, dah dapet senjata untuk memberontak pada tuannya!
Yang satu hitam namanya Spadi. Ni adik iparku yang ngasih nama. Kataku sih, nama panjangnya Spadi dan Skapas, hehehe. Ada peribahasanya lagi: spadi-padinya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.. '',). Yang ini waktu baru lahir loyoo banget, kayak nggak ada tenaga, makanya adikku rajin ngasih susu dan makanan bergizi lain biar dia lincah. Eh, sekarang dia jadi anak anjing paling lincah di dunia!! saking lincahnya gak bisa diem, bergeraak terus. Hmmmmhhhh...
Yang satu lagi warnanya krem, namanya Carlo. Matanya warnanya hazel kata adikku, kaya bule, niru papanya yang matanya coklat. Dia anak kecil yang sangat lucu, imut-imut dan nggak banyak tingkah. Kemarin dibawa sama adikku ke Jakarta untuk dipelihara di sana. Katanya namanya diganti jadi Batistuta. Ada-ada aja..
Masalahnya dengan anak-anak anjing ini adalah, mereka bertumbuh besar dan kami nggak punya halaman untuk merawat mereka. Jadi dengan terpaksa dan berat hati aku harus merelakan mereka diadopsi oleh orang lain. Hiks, sedih banget. Aku selalu nggak tahan untuk berpisah dengan anjing-anjing mungilku. Selama tujuh tahun pelihara anjing, selalu aja ada acara nangis tiap pisahan sama mereka, sampe suamiku dan mereka yang tahu suka ketawain. Biarin aja. Emang kenapa. Namanya juga sayang. Tapi aneh bin ajaib, kok gak pernah kapok untuk teruus aja memelihara anjing. Aduuh, namanya juga sayang. Gimana lagi..
Ada yang bisa kasih saran? :)